Rabu, 18 Desember 2013

Aksi tawuran pelajar dilihat dari dua sisi

AKSI TAWURAN YANG MARAK DI KALANGAN PELAJAR

Aksi tawuran yang terjadi di kalangan pelajar khususnya di daerah ibukota Jakarta saat ini semakin tak terkendali. Seperti kasus yang baru saja terjadi yaitu tawuran antara SMA 6 Jakarta dan SMA 70 Jakarta yang terjadi pada hari senin 24 September 2012 yang menewaskan seorang siswa dari SMA 6 Jakarta, Alawy Yusianto Putra. Banyak tawuran terjadi karena ingin menjadi yang lebih unggul dari yang lain. Manusia memang mempunyai sifat ingin dikenal sebagai seorang yang unggul. Banyak manusia melakukan banyak hal yang menarik perhatian massa untuk supaya dikenal banyak orang. Tetapi cara penyampaian dalam kasus tawuran pelajar ini yang salah. Tatkala mereka ingin bersaing, baiklah mereka bersaing dengan cara yang sehat seperti mengadakan kompetisi-kompetisi seperti di bidang olah raga atau seni. Selain itu mereka juga dapat menyalurkan bakat-bakat yang mereka miliki. Dengan cara itu dapat membuat keunggulan-keunggulan yang mereka miliki dapat dibangggakan. Selain dilihat dari cara seseorang ingin di kenal sebagai orang yang unggul, tawuran pelajar juga dapat disebabkan oleh tradisi tawuran yang sebelumnya dilakukan oleh kakak-kakak kelasnya sehingga banyak pelajar yang tidak rela kehilangan status jagoan dalam tawuran-tawuran pelajar yang sepertinya sudah menjadi kebanggan bagi pelajar-pelajar khususnya di Jakarta. Selain itu tawuran juga terjadi karena ada salah seorang atau kelompok dalam suatu sekolah di lecehkan atau mendapat penganiayaan dari sekolah lainnya sehingga teman sesama satu sekolah tidak terima dan mengadakan tawuran untuk melihat siapa yang lebih unggul.
Banyak kasus tawuran- tawuran pelajar yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya saat ini tidak lepas dari peran orang-orang yang ada di sekitar para pelajar itu. Misalnya peran sekolah yang seharusnya mampu mengadakan peraturan yang tegas terhadap kenakalan para siswa-siswinya. Dan penerapan dalam ketegasan dari pihak sekolah harus diutamakan karena pelajar akan merasa benar - benar taat dalam aturan. Tetapi saat aturan itu tidak ditegaskan dalam penerapanya, pelajar tidak akan taat pada aturan. Misalnya dalam kasus anak seorang pejabat pemerintahan yang terlibat dalam sebuah kasus, karena ingin menyelamatkan nama baik pejabat tersebut, maka anak pejabat tersebut yang seharusnya mendapatkan sanksi dari pihak sekolah, ia terbebas. Maka ia akan dapat mengulangi perbuatan yang sama tanpa rasa takut, itu sebabnya pentingnya ketegasan dalam penerapan aturan sekolah. Sekolah seharusnya juga dapat memberikan pembelajaran-pembelajaran untuk supaya para siswa-siswinya dapat lebih lagi mengetahui setiap dampak, akibat dan apa yang akan terjadi saat tawuran pelajar itu kembali pecah.
Pihak sekolah juga tidak dapat disalahkan sebagai satu-satunya pihak yang seharusnya berperan supaya kasus tawuran tidak terjadi lagi. Banyak pihak yang juga harus berperan dalam menghadapi kasus tawuran tersebut. Misalnya pribadi pelajar, keluarga, pemerintah dan aparat.  Pribadi pelajar dimana harus ada kesadaran dalam diri untuk tidak bertindak anarkis. Mereka harus berfikir lebih nalar jika akan bertindak anarkis. Dan mereka harus menanamkan rasa nassionalisme dalam diri supaya mereka dapat menjaga setiap kebanggaan bangsa atas generasi muda yaitu pelajar yang akan menjadi penerus bangsa ini. Keluarga juga berperan dalam pembentukan karakter untuk supaya seorang pelajar tidak mau terlibat dalam tawuran. Keluarga harus sering mengadakan evaluasi, bisa dilakukan setiap akhir pekan agar setiap keluarga khususnya orang tua dapat mengontrol setiap apa yang terjadi pada anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi tawuran yang sedang marak saat-saat ini. Pemerintah juga harus bersikap tegas atas setiap pelajar yang terlibat tawuran, pemerintah harus membuat kebijakan dan mengadakan pendidikan berkarakter dari usia dini supaya kenakalan remaja khususnya tawuran di kalangan pelajar dapat teratasi. Sosialisasi-sosialisasi sangat perlu dilakukan untuk mengembangkan sikap berpikir pelajar agar tidak telibat tawuran. Karena dampak tawuran tersebut juga sangat merugikan pelajar-pelajar. Selain kerugian materi, akan ada kerugian dalam hal kejiwaan. Saat ini banyak sekali kasus tawuran yang tak kunjung teratasi juga karena dari faktor aparat khususnya polisi yang hanya diam saja atau tidak bertindak tegas dalam mengatasi tawuran yang ada. Banyak oknum polisi terlambat dalam menengahi atau mengatasi tawuran yang ada. Menghentikan setiap kekersan yang terjadi disekolah juga menjadi salah satu alasan supaya tawuran tidak terjadi. Seperti meniadakan gojlokan – gojlokan yang ada saat MOS (Masa Orientasi Sekolah) karena MOS adalah sebagai acara pengenalan supaya siswa baru mengenal sekolahnya bukan untuk setiap aksi kekerasan yang terjadi saat ini. Senioritas juga dapat menjadi faktor kekerasan yang terjadi dan dapat mengakibatkan tawuran pelajar. Maka dari itu setiap unsur harus seimbang dalam upaya menanggulangi tawuran pelajar yang sedang marak terjadi saat ini, sehingga tawuran pelajar sudah tidak menadi budaya dan menjadi sesuatu yang sisegani setiap pelajar di Indonesia khususnya di Jakarta yang menjadi daerah paling rawan terjadi tawuran pelajar.

DILIHAT DARI PIHAK OPOSISI :
AKSI TAWURAN YANG MARAK DI KALANGAN PELAJAR
Sekarang ini sedang maraknya tawuran di kalangan pelajar yang semakin tak terkendali. Banyak pelajar tak ikut tawuran tetapi ikut menjadi korban. Tawuran antar pelajar di sinyalir terjadi karena adanya adu kekuatan yang banyak dilakukan para pelajar khususnya di daerah Jakarta yang sangat rawan terjadi tawuran pelajar. Banyak sekolah-sekolah di Jakarta terlibat kasus tawuran. Anak – anak bangsa ini semakin rusak moralnya. Mereka tidak berpikir dahulu sebelum bertindak. Mereka hanya mementingkan ego-nya supaya dibilang jagoan. Ada alasan juga kalau mereka melakukan aksi tawuran karena solidaritas, sepertinya mereka tidak megerti arti kata solidaritas itu sendiri, sehingga secara gamblang mereka menelan mentah-mentah kata solidaritas itu. Sehingga mereka pikir dengan tawuran mereka membantu teman. Bahkan rasa kemanusiaan sudah hilang karena mereka tak tanggung-tanggung dalam menganiaya bahkan membunuh.
Sungguh sangat disayangkan pembelajaran di Indonesia sungguh sangat tak berkualitas sehingga tawuran menjadi ajang bergengsi dimana kelompok yang memenangkan tawuran akan menjadi kebanggan. tawuran sangatlah perbuatan yang tidak bermoral. Mereka merusak fasilitas-fasilitas dan jiwa setiap orang yang trauma akibat tawuran itu. Pemerintah harus menegaskan supaya para pelaku tawuran dapat ditindak hukuman yang berat supaya mereka yang terlibat tawuran kapok terhadap apa yang mereka lakukan.
Para pelajar yang banyak terlibat kasus tawuran ini masih berpikir bahwa sekolah yang berani tawuran adalah sebuah kebanggan. Cara berpikir para pelajar saat ini sudah semakin rusak, dikarenakan kurangnya sosialisasi yang tegas dari pihak pemerintah, sekolah dan keluarga. Diamana banyak keluarga khusunya orang tua  yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sehingga lalai mendidik anak-anaknya. Sekolah yang hanya memikirkan bagaimana sekolah tersebut mendapat kebanggan yang melupakan pendidikan untuk membangun karakter para pelajar agar mampu berpikir lebih baik. Dan pemerintah sudah semakin korup dan lupa terhadap generasi-generasinya yang akan meneruskan perjuangannya. Mereka membiarkan hukum di Indonesia lemah, akibatnya para pelajar juga tidak takut atas jeratan hukum yang akan mereka hadapi. Sebenarnya Indonesia mempunyai banyak sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang tetapi semua rusak hanya karena penyampaian emosi yang salah sehingga tawuran hanya merugikan.

DILIHAT DARI PIHAK PENDUKUNG
AKSI TAWURAN YANG MARAK DI KALANGAN PELAJAR
Kasus tawuran saat ini sedang menjadi topik pembicaraan yang hangat. Tawuran itu sendiri adalah pertengkaran yang terjadi atas dua kelompok atau lebih sehingga terjadi aksi anarkisme. Banyak pelajar terlibat tawuran karena banyak faktor. Tawuran bisa juga dijadikan sarana dalam melampiaskan emosi masing-masing pribadi. Mereka kurang mendapat perhatian yang cukup untuk mengungkapkan setiap isi hati emosi jiwa yang menggebu - gebu pada setiap diri pelajar saat ini. Usia – usia pelajar Indonesia adalah memang masuk pada fase dimana mereka memiliki emosi yang belum dapat terkontrol. Mereka masih banyak membutuhkan bimbingan. Jadi peran serta setiap oknum dalam lingkungan mereka sangatlah diperlukan. Seperti perhatian dari keluarga, dimana keluarga bisa jadi tempat mencurahkan setiap apa yang mereka rasakan.
Pemerintah juga harus dapat menjadi penengah dalam setiap kasus tawuran pelajar tidak hanya menyalahkan setiap pelajar – pelajar di Indonesia ini karena mereka sangat membutuhkan bimbingan. Seperti peribahasa sekeras-kerasnya batu jika terkena air setiap hari akan lapuk juga. Sama seperti hati para pelajar yang membatu akibat setiap ketidakpuasan, ktidakadilan yang mereka terima sehingga mereka tau jalan yang baik yang dapat mereka tempuh supaya mereka dapat menyalurkan setiap emosi mereka. Mereka melakukan semua ini semata – mata bukan tanpa alasan tetapi mereka memiliki alasan yaitu mereka ingin diakui keberadaannya, mereka ingin membalas perlakuan ketidakadilan atau penganiayaan yang mereka terima. Sangatlah manusiawi ketika seseorang ingin diakui keberadaannya. Banyak orang berusaha suapaya keberadaannya diakui, begitu juga para pelajar ini yang ingin diakui, hanya saja car penyampaian mereka salah. Itu gunanya oknum – oknum yang berada disekitar mereka harus dapat membimbing dan mengarahkan setiap tingkah laku para pelajar sebagaimana peran pelajar di dunia ini. Pemerintah seharusnya juga bertindak supaya setiap alasan atau permasalahan yang mendasari adanya tawuran itu dapat teratasi.
Pelajar yang terlibat tawuran juga mempunyai alsan untuk saling memberi pelajaran supaya lawan atau musuh kapok dengan apa yang mereka lakukan. dalam kasus ini dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja. Kenakalan remaja itu sendiri terjadi karena kurang pengetahuannya bagaimana seseorang harus bersikap dalam mengahadapi setiap permasalahan sehingga keluarga sebagai lingkungan inti dari sosialisasi berperan penuh dalam menanamkan nilai – nilai kebaikan pada setiap anak.
Kurangnya kontrol dari aparat juga dapat dijadikan alasan tawuran pelajar itu terjadi, seharunya aparat senantiasa mengontrol setiap daerah-daerah yang sering dan rawan terjadi tawuran. Dengan begitu tawuran akan menghilang dengan sendirinya karena ketertiban setiap aparat yang melakukan pengawasan-pengawasan.

1 komentar:

  1. MGM Grand Detroit | Dr.D.M.C.
    MGM Grand Detroit is located in 울산광역 출장샵 the heart of the downtown 속초 출장안마 Detroit region. The 대구광역 출장안마 iconic hotel and casino offers fine dining, 영천 출장샵 a variety 순천 출장마사지 of entertainment

    BalasHapus